AdSense

5 Ide Usaha atau Ide Bisnis Saat Pandemi

5 Ide Usaha atau Ide Bisnis Saat Pandemi

5 Ide Usaha atau Ide Bisnis Saat Pandemi
5 Ide Usaha atau Ide Bisnis Saat Pandemi

TOMTOMID - SUPERBercerita. Di masa pandemi seperti saat ini, pemerintah menghimbau masyarakat untuk lebih banyak berada di rumah, bahkan kalau bisa bekerja di rumah bagi pekerja yang terkena PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) untuk memutus mata rantai penularan virus Corona (COVID-19). Bagi yang masih lolos dari dampak badai PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) oleh suatu perusahaan, diharapkan tetap mematuhi protokol kesehatan demi menjaga satu dengan yang lainnya agar masa pandemi ini dapat segera berakhir seperti yang kita harapkan bersama.

Dengan himbauan pemerintah yang seperti itu, ternyata membuat masyarakat untuk memutar otak supaya tetap bisa mendapatkan penghasilan untuk mencukupi kebutuhan keluarganya, walaupun bekerja hanya dirumah saja. Ada banyak ide usaha atau bisnis yang bisa dikerjakan dirumah. Sudah banyak bukti keberhasilan seseorang dengan usaha atau bisnis yang dilakukan dirumah saja, tapi dirinya mampu menghidupi keluarganya, bahkan bisa dikatakan penghasilannya tersebut sudah lebih dari cukup. Cukup untuk membeli atau membangun rumah, cukup untuk membeli atau kredit kendaraan, dan lain sebagainya.

Dengan memanfaatkan ponsel atau PC (Personal Computer) atau laptop dengan jaringan internet, beberapa usaha atau bisnis bisa dilakukan secara online. Ditambah pesatnya pengguna internet yang berada di Indonesia (khususnya), membuat masyarakat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membuka usaha atau bisnis secara online.

Dibawah ini ada beberapa contoh ide usaha atau ide bisnis dengan cepat kita mendapatkan penghasilan yang dapat kita lakukan saat pandemi. Apakah kalian termasuk orang yang melakukan usaha atau bisnis yang bisa dikerjakan atau dilakukan dirumah saja seperti yang saya sebutkan dibawah ini? Mari kita simak bersama.

Lomba Blog :

  1. Klik disini!
  2. Pengalaman Belanja Online
  3. Memaknai Hari Kemerdekaan di Masa Pandemi

1. Membuka Online Shop (Toko Online)

Jika sebelumnya kalian adalah pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah), maka membuka online shop atau toko online sangat tepat sekali kalian lakukan. Dengan kemudahan teknologi seperti saat ini, masyarakat lebih suka berbelanja via online daripada offline. Maka dari itu manfaatkan kesempatan emas ini untuk tetap produktif di masa pandemi seperti ini.

Kalian lebih mudah dan cepat berkembang online shop atau toko online kalian jika sebelumnya usaha atau bisnis ini sudah kalian lakukan secara offline. Di offline kalian sudah memiliki nama atau kualitas dan pelanggan, maka jika pelanggan tersebut tahu kalau toko kita memiliki online shop atau toko online, maka bagi pelanggan yang mager (males gerak) pasti akan memilih belanja online daripada offline, mau membayar lumayan mahal (ongkos kirim dan lain-lain) daripada mendatangi toko secara langsung. Karena memang suasananya baru masa pandemi dan sangat dibatasi.

2. Menjadi Dropship atau Reseller

Jika diatas kita membuka online shop atau toko online pribadi, dengan produk sendiri, maka bagi kalian yang tidak memiliki toko atau produk sendiri, kalian tetap bisa mendapatkan penghasilan, yaitu dengan cara dropship atau menjadi reseller toko. Cara ini sangat efektif sekali dilakukan dan sangat banyak sekali yang melakukan usaha atau bisnis tanpa modal ini. Bagaimana tidak? Hanya dengan bermodalkan ponsel (biasanya) dengan jaringan internet, kita sudah dapat berjualan layaknya kita memiliki toko dan produk sendiri.

Namun penghasilan dari dropship atau reseller ini tergolong kecil tapi lumayan. Biasanya pihak toko atau pemilik produk memberikan harga sekian dan dropship atau reseller bisa menjualnya diatas harga dari pihak toko atau pemilik produk tersebut. Nah, pendapatan dari seorang dropship atau reseller adalah mengambil keuntungan dari selisih harga pertama (pemilik toko atau produk) dengan harga kedua (harga jual dropship atau reseller).

Bisa juga dengan cara persentase. Jadi misalkan kita dapat menjual 1 produk, maka kita akan mendapatkan 20% sampai 30% (tergantung kesepakatan). Jika dihitung-hitung sangat lumayan menghasilkan uang dengan cepat. Jika kita mampu menjual 1 produk, dengan harga produk Rp. 300.000 dan komisi yang kita dapat adalah 20% per penjualan, maka komisi kita dalam rupiah adalah sebesar Rp. 60.000. Bagaimana jika kita mampu menjual banyak produk?

Yah, kita tinggal kalikan sendiri saja penjualan kita dengan komisi yang diberikan berapa % (persen). Panen penghasilan kita dengan menjadi seorang dropship atau reseller. Padahal kita tugasnya hanya posting-posting produk, tapi penghasilan pelan-pelan menumpuk. Tidak memiliki toko atau produk sendiri, tapi tetap produktif mendapatkan penghasilan untuk kehidupan sehari-hari. Carilah toko atau pemilik produk yang berkualitas. Maksudnya kualitas dalam segi produknya, yang biasanya orang banyak mencari (produknya), dan ratting dari toko jika kalian menjadi dropship atau reseller secara online.

3. Memanfaatkan Afiliasi

Sebenarnya afiliasi ini pengertiannya atau cara kerja (sistemnya) sama seperti dropship atau reseller. Hanya saja yang membedakan adalah jika dropship atau reseller, produk yang dijual biasanya produk fisik. Namun tidak dengan afiliasi ini, yang mana kita menjualkan produk (biasanya non fisik atau digital) atau mengajak member baru untuk bergabung ke salah satu situs yang memiliki program afiliasi ini, dengan komisi persentase dan lain-lain yang sudah ditentukan.

Masing-masing situs yang memiliki program afiliasi memiliki peraturan yang berbeda. Misalkan kita hanya mencari member baru untuk bergabung dengan kode afiliasi yang sudah kita dapatkan di situs tersebut, atau ada misi tertentu misalnya member baru yang mendaftar lewat kode afiliasi kita tersebut harus menyelesaikan beberapa misi, yang mana kita baru mendapatkan komisi yang sudah dijanjikan. Kurang lebih cara kerjanya sama seperti dropship atau reseller diatas.

Lomba Blog Lainnya :

  1. Gaya Hidup Minim Sampah Makanan
  2. Apa Itu IDN App?

4. Membuka Jasa BimBel (Bimbingan Belajar)

Masa pandemi belum juga berakhir dan membawa banyak sekali perubahan di muka bumi ini. Banyak sekali kegiatan yang dilakukan secara daring atau dalam jaringan (online), termasuk sekolah dari rumah yang hanya menggunakan ponsel. Bagi kalian yang memiliki gelar pendidikan, menguasai mata pelajaran tertentu, atau anak kuliahan sekalipun, kalian manfaatkan gelar pendidikan kalian atau ilmu kalian dengan membuka jasa BimBel (Bimbingan Belajar) untuk mendapatkan penghasilan. Tentu ini sangatlah mudah kalian lakukan bagi yang memiliki gelar pendidikan dengan menjual jasa BimBel (Bimbingan Belajar) kalian.

Kalian bisa menawarkan secara offline maupun online untuk menjual jasa BimBel (Bimbingan Belajar). Seperti yang kita ketahui, banyak sekali orang tua yang memerlukan jasa BimBel (Bimbingan Belajar). Terlebih, bagi orang tua yang pendidikannya lebih rendah dari anaknya, pasti memiliki kesulitan untuk mengerti pelajaran yang didapatkan dari sekolahan anaknya. Orang tua lebih memilih dan rela membayar seseorang untuk membantu menyelesaikan tugas atau pelajaran anaknya, daripada pendidikan anaknya tidak diperhatikan karena sekolah diliburkan terlebih dahulu karena masih masa pandemi.

Semua orang tua pasti sangat mendukungdan menginginkan yang terbaik untuk anaknya. Kalian bisa manfaatkan ini untuk mendapatkan fee (bayaran) dari jasa BimBel (Bimbingan Belajar) yang kalian buka atau tawarkan. Jasa Bimbel (Bimbingan Belajar) dapat dilakukan dengan berkunjung langsung dengan tetap mematuhi protokol kesehatan atau dapat juga dilakukan secara daring (dalam jaringan) atau online. Untuk fee (bayaran) sesuai dengan kesepakatan antara yang membuka atau menawarkan jasa dengan yang membeli atau menginginkan jasa tersebut.

Saya harap bagi kalian yang membuka atau menawarkan jasa BimBel (Bimbingan Belajar) ini, jangan mematok harga terlalu tinggi. Ingatlah dengan UUD (Undang-Undang Dasar) 1945 tentang mencerdaskan kehidupan bangsa. Jadi hitung-hitung kita juga berpahala, tidak semata-mata karena fee (bayarannya). Ingat juga bahwa guru sebenarnya pahlawan tanpa tanda jasa. Angkat kembali kalimat tersebut agar tidak seperti kebanyakan sekarang, guru kalau tidak cocok dengan fee (bayarannya) protes, apalagi demo. Sangat memalukan sekali. Mereka mengajar anak didiknya karena uang, tidak karena mengingat semboyan atau jargon dari dulu seperti diatas. Asal gaji lancar, semangat mengajar. Bahkan ada yang hanya menginginkan gajinya saja, mengajar hanya seenak dia (guru).

5. Membuka Jasa Kursus

Jasa kursus ini hampir sama pengertiannya dengan BimBel (Bimbingan Belajar) diatas. Namun BimBel (Bimbingan Belajar) diatas lebih spesifik ke pelajaran, tapi untuk jasa kursus ini bisa berarti lebih luas dan lebih menjurus ke skil (keahlian) yang tidak bisa didapatkan di sekolahan. Misalnya kalian ingin menjadi seorang Blogger. Jika kalian berusaha sendiri atau otodidak (seperti saya) tanpa ada yang membimbing pasti akan mendapatkan banyak sekali tantangan yang harus kalian hadapi, hingga kalian bisa sampai sukses mendapatkan penghasilan dari blog kalian. Maka dari itu, jasa kursus yang seperti ini sangat dibutuhkan sekali untuk blogger pemula (seperti saya).

Itulah rangkuman 5 ide usaha atau ide bisnis saat pandemi yang dapat kalian kerjakan dirumah saja tapi penghasilan tetap bisa mengalir yaa. Kalian bisa mencobanya sendiri dirumah saja, jika kalian tidak memiliki modal yang mendukung untuk menjalankan usaha atau bisnis kalian, maka manfaatkan fasilitas yang kalian punya dengan semaksimal mungkin. Disamping kalian mendapatkan laba (keuntungan), cobalah juga supaya kalian mendapatkan pahala yang nanti di akhirat kita sendiri yang akan memanennya. Terpenting kalian berniat untuk berusaha atau bekerja, tidak merugikan orang lain, kalau bisa juga tidak merugikan diri sendiri.

TOMTOMID
TOMTOMID TOMTOMID - Personal Blogger Wonogiri

No comments for "5 Ide Usaha atau Ide Bisnis Saat Pandemi"

Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia
Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia
Unlimited Hosting WordPress Developer Persona
Unlimited Hosting WordPress Developer Persona